Rabu, 16 November 2011

Arti 10 November Bagi Bangsa Indonesia

    Dulu, tanggal 10 November telah dinyatakan oleh bangsa kita sebagai Hari Pahlawan. Di zaman Sukarno-Hatta, hari itu diperingati secara nasional (artinya : di mana-mana, di seluruh negeri) sebagai Hari Besar yang dirayakan secara khidmat, dan dengan rasa kebanggaan yang besar.
Namun agaknya, bagi banyak di antara kita, tidak perlu lagi untuk diingatkan bahwa tanggal 10 November merupakan salah satu di antara berbagai hari bersejarah yang teramat penting dalam perjalanan bangsa Indonesia.
Sampai-sampai Manusia Biasa pun hampir lupa adalah hari ini senin 10 November 2008 adalah HARI PAHLAWAN KE-63.
Zaman dulu bagi para pejuang Indonesia tidak lah mudah untuk mempertahankan Kemerdekaan bangsa…….. tangis dan darah bercampur menjadi satu diantara desingan peluru. Dimana saat itu para pejuang Indoesia berjuang untuk mempertahankan kemerdekaan kedaulatan bangasa melawan Belanda yang memboncengi sekutunya di Surabaya……. Lalu siapa saja yang berjuang pada saat itu? Pejuang saaat itu tidak hanya pemuda dan orang tua tapi ibu rumah tangga pun ikut berjuang, untuk mempertahankan kedaulatan bangsa.

Lalu bagaimana rakyat Indonesia mengisi dan mempertahankan Kemerdekaan disaat penjajahan sudah tidak ada lagi, kemerdekaan dan kedaulatan sudah kita dapat karena kemerdekaan adalah hal yang sangat universal?
Jawabnya adalah Semangat 10 November (Semangat Hari Pahlwan). Rekan-rekan sekalian pun tahu bahwa sekarang tidak ada lagi penjajahan di Indonesia, tapi penjajahan dari bentuk dan model lain sudah lama menggerayangi Indonesia. Kebodohan, Kelaparan, Kemiskinan merupakan kebuntuan pola pikir kita yang kemudian menjadi penjajahan dalam diri kita sendiri. Lalu apa yang dilakukan rakyat Indonesia untuk memrangi penjajahan itu? Jawabnya pasti tidak ada, karena rakyat Indonesia terkesan manja dan tidak mau bekerja keras, rakyat Indonesia hanya mengadalkan kekayaan dan kemakmuran yang sudah ada, hidup dalam kenyamanan dan kemampanan yang semu. Maka janganlah menagis jika pulau Sipadan dan Legitan direbut oleh Negara tentangga, timur-timur yang diperjuangkan mati-matian juga ikut melepaskan diri.
Lalu kearah mana perjuangan Indonesia sekarang ini? Tanpa arah tujuan makna dan semangat. Mengapa demikian?
Lihatlah anak-anak sekolah yang pergi kesekolah apakah mereka mengerti mengenai masa depan mereka? Yang mereka tau hanyalah main PS2, game boy, gila-gilaan widget, tawuran, mencari tempat nongkrong buat mabuk-mabukan dan lain-lainnya.
Tanyakan kepada para birokrat, pekerja sipil atau pun swasta, para pejabat apa yang sedang mereka lakukan dan yang mereka kerjakan? Yang mereka tau hanyalah investasi untuk keluarganya sendiri, yang mereka tau hanya bagaiamana cara agar uang yang telah dikeluarkan dapat kembali lagi tanpa repot-repot untuk bekerja.
Sedih memang tapi inilah kenyataan hidup yang tidak dapat dipungkiri lagi di Indonesia, disaat Indonesia membutuhkan semangat untuk mempertahankan Kemerdekaan bangsa. Dulu para pejuang berani mengangkat senjata untuk mempertahakan kemerdekaan, mereka menyerahkan jiwa dan raga mereka untuk Tanah air mereka. Sekarang jika ditanyakan adakah yang berani mengorbankan jiwa dan raganya untuk Indonesia? Jawabnya pasti tidak, karena yang orang-orang lakukan hanyalah memperebutkan kursi-kursi untuk mejadi wakil wakyat, melakukan KKN (Korupsi Kolusi dan Nepotisme), perebutan tempat dan kekuasaan yang berujung poada disintegerasi bangsa Indonesia. Dan jika hal ini tetap terjadi ancaman akan kemerdekaan dan kedaulatan Indonesiayang bukan datang dari luar melainkan datang dari diri kita sendiri.
Pahlawan menjadi penting di masa sekarang, pahlawan dapat menjadi Inspirasi dan motivasi. Sebuah Negara tanpa pahlawan = sayur tanpa garam, seperti negara tanpa kebangaan, seperti Negara tidak mempunyai semangat. Negara yang tidak mempunyai pahlawan miskin akan kebanggaan, miskin harga diri, miskin semangat yang mendaging. Kenapa? Ya iyalah, secara mereka tidak mempunyai history/sejarah yang dapat mereka banggakan.
     Tapi Indonesia ku tidak seperti itu mereka masih mempunyai semangat untuk meneruskan tongkat estafet para pejuang pendahulunya. Bangsa Indonesia masih mempunyai banyak pahlawan yang telah gugur di medan perang untuk memeperjuangkan kemerdekaan dan kedaulatan bangsanya.
Pepatah mengatakan “Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan sejarah bangsanya”. Jadi tidak ada salahnya kita mengheningkan cipta sejenak untuk mengenang jasa para pahlwan yang telah gugur mendahului kita ……… mengheningkan cipta dimulai……

Persembahan dari manusia biasa untuk para pejuang Indonesia yang telah gugur mendahului kita :
Harum mewangi cerahkan wajah bumi
saat terpetik gugur pejuang berani,
darah yang membanjir suburkan tanah kami
tumbuhkan kuntum bunga pahlawan sejati.

sekarang, masih adakah semangat rakyat bangsa Indonesia untuk meneruskan tongkat estafet para pejuang pendahulunya??????

Merdeka........... Merdeka.................... Merdeka.............
perjuangan bangsa Indonesia masih panjang kalo bukan kita yang menruskan siapa lagi???
majulah bangsa ku majulah negeri ku!!!!!

Berpikir Glogal Bertindak Lokal

Tidak ada komentar :

Posting Komentar