Selasa, 08 Oktober 2013

DESIGN PEMODELAN GRAFIK


DESIGN PEMODELAN GRAFIK


Pemodelan adalah membentuk suatu benda-benda atau obyek. Membuat dan mendesain obyek tersebut sehingga terlihat seperti hidup. Sesuai dengan obyek dan basisnya, proses ini secara keseluruhan dikerjakan di komputer. Melalui konsep dan proses desain, keseluruhan obyek bisa diperlihatkan secara 3 dimensi, sehingga banyak yang menyebut hasil ini sebagai pemodelan 3 dimensi (3D modelling).
Ada beberapa aspek yang harus dipertimbangkan bila membangun model obyek, kesemuanya memberi kontribusi pada kualitas hasil akhir. Hal-hal tersebut meliputi metoda untuk mendapatkan atau membuat data yang mendeskripsikan obyek, tujuan dari model, tingkat kerumitan, perhitungan biaya, kesesuaian dan kenyamanan, serta kemudahan manipulasi model. Proses pemodelan 3D membutuhkan perancangan yang dibagi dengan beberapa tahapan untuk pembentukannya. Seperti obyek apa yang ingin dibentuk sebagai obyek dasar, metoda pemodelan obyek 3D, pencahayaan dan animasi gerakan obyek sesuai dengan urutan proses yang akan dilakukan.

A. MOTION CAPTURE

Yaitu langkah awal untuk menentukan bentuk model obyek yang akan dibangun dalam bentuk 3D. Penekanannya adalah obyek berupa gambar wajah yang sudah dibentuk intensitas warna tiap pixelnya dengan metode Image Adjustment Brightness/Contrast, Image Color Balance, Layer Multiply, dan tampilan Convert Mode RGB dan format JPEG. Dalam tahap ini digunakan aplikasi grafis seperti Adobe Photoshop atau sejenisnya

B. DASAR METODE MODELING 3D

Ada beberapa metode yang digunakan untuk pemodelan 3D. Ada jenis metode pemodelan obyek yang disesuaikan dengan kebutuhannya seperti dengan nurbs dan polygon ataupun subdivision. Modeling polygon merupakan bentuk segitiga dan segiempat yang menentukan area dari permukaan sebuah karakter. Setiap polygon menentukan sebuah bidang datar dengan meletakkan sebuah jajaran polygon sehingga kita bisa menciptakan bentuk-bentuk permukaan. Untuk mendapatkan permukaan yang halus, dibutuhkan banyak bidang polygon. Bila hanya menggunakan sedikit polygon, maka object yang didapat akan terbagi sejumlah pecahan polygon.

C. PROSES RENDERING

Tahap-tahap di atas merupakan urutan yang standar dalam membentuk sebuah obyek untuk pemodelan, dalam hal ini texturing sebenarnya bisa dikerjakan overlap dengan modeling, tergantung dari tingkat kebutuhan. Rendering adalah proses akhir dari keseluruhan proses pemodelan ataupun animasi komputer.

D. TEXTURING

Proses texturing ini untuk menentukan karakterisik sebuah materi obyek dari segi tekstur. Untuk materi sebuah object bisa digunakan aplikasi properti tertentu seperti reflectivity, transparency, dan refraction.

E. IMAGE DAN DISPLAY

Merupakan hasil akhir dari keseluruhan proses dari pemodelan. Biasanya obyek pemodelan yang menjadi output adalah berupa gambar untuk kebutuhan koreksi pewarnaan, pencahayaan, atau visual effect yang dimasukkan pada tahap teksturing pemodelan.
Pemodelan grafik sangat berhubungan erat dengan grafik komputer. berikut kegiatan yang berkaitan dengan grafik komputer :
  1. Pemodelan geometris : membuat model matematika dari objek 2D dan 3D.
  2. Rendering : memproduksi citra yang lebih solid dari hasil awal
  3. Animasi : Menampilkan behaviour pada objek.
  4. Graphics Library/package : sebagai grapich system atau prantara aplikasi
Pemodelan grafik membutuhkan aplikasi pembuat untuk memulai proses pemodelan diantara nya adalah : 

Design Grafis :
1. Adobe Photoshop
2. CorelDraw
3. Adobe Indesign
4. Inkscape

Rendering 3 Demensi :
1. 3D Studiomax
2. Maya
3. Blender
4. Softimage

Disimpulkan bahwa Pemodelan  Grafik adalah membentuk suatu benda-benda atau obyek agar terlihat hidup melalui konsep dan desain terlebih dahulu dengan objek bisa diperlihatkan secara 3D ataupun 2D dan beberapa aspek yang harus diperhitungkan untuk mendapatkan hasil yang sesuai.

Referensi
1. Sihombing Daton, 2003. Tipografi dalam Desain Grafis
2. wikipedia.org
4. Definisi Desain Grafis.pdf